Review Film Black Panther: Merayakan Budaya Lewat Cerita

Bingung ingin menonton film apa? Baca review film Black Panther berikut

0
119
Review Film Black Panther Merayakan Budaya Lewat Cerita

Sudah tak bisa dipungkiri lagi, film-film superhero Marvel pasti jadi yang paling ditunggu oleh kebanyakan pecinta film di Indonesia. Tidak terkecuali Black Panther, film tentang salah satu superhero Marvel yang baru saja rilis secara resmi di semua jaringan bioskop Indonesia tanggal 14 Februari 2018 lalu. Nah, bagi Anda yang belum sempat menonton, mari simak review film Black Panther dari kami agar pengalaman menonton Anda nanti akan menjadi lebih seru.

Black Panther bercerita tentang seorang pangeran bernama T’Challa (diperankan oleh Chadwick Boseman) yang berasal dari Wakanda, sebuah negara futuristik yang tersembunyi di benua Afrika. Sejak kematian ayahnya yang diceritakan di film Captain America: Civil War, T’Challa diharuskan untuk kembali ke negara asalnya agar ia bisa dilantik secara resmi menjadi raja Wakanda. Namun, pelantikannya sebagai raja tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Seorang prajurit bernama Erik Killmonger (diperankan oleh Michael B. Jordan) datang dan meneror Wakanda demi merebut tahta raja Wakanda dari tangan T’Challa. Didukung oleh peralatan super canggih, prajurit yang setia, serta adik yang jenius namun sedikit menyebalkan, T’Challa harus mengalahkan Erik Killmonger agar Wakanda tidak jatuh ke tangan yang salah.

Beda dari film-film superhero Marvel yang lain, Black Panther tidak memberikan ketegangan yang mencukupi dari segi aksi. Adegan-adegan pertarungan, walaupun tetap digarap dengan sangat baik oleh sutradara Ryan Coogler, tetap terasa hambar karena tidak ada hal yang istimewa di dalamnya. Tidak ada koreografi perkelahian yang lucu dan menegangkan seperti yang sudah kita lihat di Thor: Ragnarok ataupun Captain America: Civil War kemarin. Adegan perang di akhir cerita pun dikemas dengan CGI yang bisa dibilang buruk.

Namun, yang istimewa dan membuat Black Panther menjadi film yang sangat baik adalah keberanian serta niat baik film ini dalam mengeksposisi dan memodernisasi budaya Afrika lewat penampilan Wakanda sebagai negara yang canggih, kaya, dan artistik. Bagi Anda yang sudah membaca review film Black Panther lain atau sudah menonton filmnya, pasti Anda langsung mencari tahu bagaimana caranya agar bisa mengunjungi negara Wakanda. Terlebih, semua karakter wanita di dalam film ini begitu kuat dan bisa kamu jagokan. T’Challa sebagai tokoh utama film ini pun bisa dibilang tidak lebih hebat dibanding pesona kekuatan Okoye Sang Prajurit Dora Milaje (diperankan oleh Danai Gurira) dan kecerdasan Shuri (diperankan oleh Letitia Wright), adik T’Challa yang pintar luar biasa namun agak nakal.

Kalau Anda sering kecewa dengan lemahnya karakter penjahat di film-film Marvel, berarti Anda akan sangat menyukai Erik Killmonger. Diperankan oleh aktor tampan dan seksi Michael B. Jordan, karisma penjahat yang dipancarkan oleh Erik Killmonger akan membuat Anda tidak mampu mengalihkan pandangan darinya. Belum lagi, karakternya yang kompleks dan cenderung berada di area yang abu-abu ini akan membuat Anda mudah untuk bersimpati terhadap tokoh penjahat yang sebenarnya punya niat baik ini.

Hal yang membuat Black Panther patut untuk disaksikan adalah bagaimana film ini tidak hanya sukses menjadi representasi terbaik bagi kaum kulit hitam di jagad superhero film Marvel, namun juga dengan sangat berhasil menggambarkan sejarah dan status quo perjuangan rakyat kulit hitam di Amerika Serikat dan di Afrika itu sendiri. Kemauan Wakanda untuk berkontribusi terhadap kemajuan dunia di akhir film pun secara simbolis menghapuskan stigma negatif terhadap masyarakat Afrika sebagai bangsa miskin yang harus selalu ditolong menjadi bangsa kaya yang tak akan pernah berhenti memberi pertolongan.

Nah, begitulah review film Black Panther dari kami. Anda jadi tertarik untuk menonton sekarang? Jangan sampai kelewatan ya!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY