Hanya sedikit hal yang jauh lebih tidak nyaman – menurut sudut pandang bayi – daripada popok basah atau kotor. Yang lebih buruk lagi: ruam popok! Untungnya, sangat mudah menjaga si mungil tetap bahagia, sehat, bersih, dan kering. Saat mengganti popok Pampers bayi Anda, ingatlah saran dan larangan penting berikut ini:

SARAN sering ganti popok bayi Anda. Untuk bayi yang baru lahir, penggantian mungkin dilakukan hingga sepuluh kali sehari. Jangan hanya bergantung pada indera penciuman untuk menentukan waktu penggantian popok. Tepuk popok dengan lembut untuk mengetahui apakah sudah berat atau penuh, atau tarik karet di bagian pinggang dengan lembut lalu intip untuk memastikan bayi tetap bersih dan kering.

SARAN pilih tempat yang aman untuk mengganti popok. Tempat itu bisa berupa meja ganti atau tikar ganti yang dihamparkan di lantai , tempat tidur, atau sofa. Terlepas dari tempat yang dipilih, jangan lupa untuk meletakkan perlengkapan (popok bersih, tisu bayi, pakaian, dan salep popok atau agar-agar minyak bumi/petroleum jelly) dalam jangkauan.

LARANGAN jangan pernah tinggalkan bayi tanpa pengawasan di meja ganti atau permukaan ganti apa pun selain lantai. Anda tidak pernah tahu kapan bayi akan berlajar berguling untuk pertama kalinya.

SARAN selalu seka dari arah depan ke belakang, khususnya ketika mengganti popok bayi perempuan. Cara ini akan mencegah bakteri tersebar ke saluran kencing.

SARAN tutupi alat kelamin bayi dengan popok bersih setelah melepaskan popok yang kotor khususnya ketika bayi Anda laki-laki. Cara ini akan mencegah Anda, tempat ganti, dan pakaian bayi menjadi basah kuyup jika sang buah hati memutuskan untuk kencing sebelum Anda sempat memasangkan popok Pampers yang bersih padanya.

SARAN arahkan penis bayi laki-laki ke bawah untuk mencegah kebocoran di seputar pinggang.

LARANGAN jangan gunakan bedak talk, bahan itu tidak diperlukan dan bahkan berbahaya jika terhirup bayi. Namun, oleskan salep popok atau agar-agar minyak bumi (petroleum jelly).

SARAN kenali tanda ruam popok: kulit merah, teriritasi, dan benjolan merah, kecil. Jika ruam ini muncul pada daerah yang diberi popok, selalu ganti popok secara teratur dan oleskan krim popok yang mengandung seng oksida untuk menciptakan penghalang antara kulit bayi dan pipisnya. Jika bayi sering terkena ruam popok, jika bertahan lebih dari dua atau tiga hari, diiringi dengan demam, atau ruamnya cukup parah, segera kunjungi dokter anak.

LARANGAN jangan pasang popok terlalu kencang. Jika popok meninggalkan bekas di pinggang dan kaki bayi, maka popok itu terlalu sempit.

SARAN selalu siapkan mainan atau gantung ponsel di atas meja ganti untuk mengalihkan perhatian si mungil saat Anda mengganti popoknya.

SARAN cuci tangan setiap kali mengganti popok untuk mencegah penyebaran kuman. Jika Anda tidak dekat ke bak cuci, sabun, dan air, gunakan cairan basuh (sanitizer) tangan atau tisu bayi.

Comment here